Kemerdekaan Papua Harga Mati, Otsus Di Kembalikan Ke NKRI.

Demo Memintah NKRI Mengembalikan Kemerdekaan Papua Barat, Selasa (10/3) di Jayapura PapuaKemerdekaan Papua Harga Mati, Otsus Di Kembalikan Ke NKRI.

JUBI—– Aksi long march Komite Nasional Papua Barat bertitik kumpul di Expo Waena selanjutnya menuju ke DPRP Papua menyatakan sikap bahwa Kemerdekaan Papua Harga Mati dan Otsus di kembalikan ke NKRI.

Suasana aksi long march Komite Nasional Papua Barat berlangsung dengan damai di depan kantor DPRP Provinsi Papua. Awalnya rakyat Papua merasa bahwa harga dirinya adalah tanah, ras, adat  telah ditindas dan dirampas oleh NKRI selama 45 tahun yang lalu. Tetapi yang selama ini dirasakan adalah hutan, hasil tambang (emas, gas dan minyak bumi) dan kekayaan laut telah dikerok habis. Ditambah lagi dengan lokalisasi WTS dan HIV/AIDS masuk hingga ke kampung-kampung. Untuk itu aksi long march dari Komite Nasional Papua Barat memintah kepada DPRP agar Otsus, Partai dan Pemilu, PNS, MRP, Perusahan dan lain-lain harus ditiadakan ditanah Papua.
Menurut Mantan Juru Bicara TPN/OPM periode 1999-2002 Celsius Sergius Wapay (60), seluruh rakyat Papua mulai dari akar rumput hingga kalangan elite Papua menolak Otonomi Khusus yan diberikan oleh NKRI. Tahun 2006, 12 Agustus rakyat Papua menolak Otsus dengan mengantar peti mati Otsus ke gedung DPRP Papua. Ada beberapa point yang membuat rakyat Papua menolak Otsus. Pertama, Otsus tak mukratis (bernilai), kedua, Otsus tak aklatif (menarik), ketiga, Otsus bukan aspek politik tetapi Otsus merupakan aspek administratif Negara. Lanjut Kata bekas Tapol ini Otsus sebenarnya sudah diberikan sejak jaman penjajahan belanda dulu yang diberi nama De Gouvernement Van Nederlands Nieuw Guinea, 27 Desember 1949. Untuk itu secara tegas seluruh rakyat Papua mengembalikan Otonomi Khusus dan memintah kemerdekaanya. tutur bekas Tapol tahun 1969 dan 1972 kepada JUBI di Depan Gedung Dewan Kesenian Papua di Jayapura, Selasa (12/3).
Ditambahkan Wapay, Selama ini Otsus dipaksakan untuk rakyat Papua yang hanya merasakan adalah mereka para elite Pemerintah Papua.  Yang rakyat Papua minta adalah kembalikan kemerdekaan Papua Barat yang dideklarasikan pada 01 Desember 1961. Namun sebelum deklarasi kemerdekaan Papua Barat tepatnya 19 Novembar 1961terjadi kongres pertama (Komite Nasioanal Papua) membahsa tentang atribut, lambang, lagu dan bendera Papua. Kongres tersebut di ikuti oleh 70 orang Papua mewakili dari berbagai kumpulan politik, suku dan dua partai politik  besar yakini PARNA (Parta Nasioanal) ketua Herman Wayoi – Eliezer Bonay dan Demokratische Volks Partij (DVP) Alm. A.Y.A Runtuboy dipimpin oleh Ketua komite Nasonal Alm. Willem Inuri. “Kongres Papau pertama yang paling lama dibahas adalah masalah bendera,” ungkap Wapay.
Untuk itu Wapay Berharap agar Otsus ditarik kembali oleh NKRI karena sejak jaman Belanda, Soekarno, Soeharto dan era Reformasi rakyat Papua sudah mendapatkan otonomi sebanyak lima Kali. Yang ratyat Papua inginkan adalah dikembalikan kemerdekaan Papua Barat yang dideklarasikan tahun 1961. Karena Presiden Soekarno mengakui adanya Negara Papua Barat, salah satu pointd Dwikora adalah bubarkan Negara Papua Barat buat boneka Belanda. “Berarti saat itu Presinden Soekerno telah mengakui pembentukan Negara Papua Barat. Kami hanya memintah kembalikan hak rakyat Papua untuk mendeka,” tutur Wapay.  (Carol Ayomi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: